Seringkali saya menemukan banyak sekali customer dan end-user diluar sana yang menanyakan “Hey, bagaimana PC Cooler jika dibandingkan dengan brand A, brand B? Tapi harganya murah sekali sih PC Cooler…”. Berangkat dari pertanyaan – pertanyaan seperti itulah saya terpanggil untuk melakukan sebuah test singkat dimana test ini akan memberikan kepada anda gambaran mengenai bagaimana performa dan kehandalan dari produk PC Cooler OC3.

Banyak diantara kita yang belum mengenal brand PC Cooler OC3, ya memang brand ini baru memasuki pasar Indonesia pada awal tahun 2010, dan saat ini sudah memulai debutnya di pasaran. Adapun beberapa perusahaan ternama yang menggunakan jasa OEM dari PC Cooler antara lain eVGA, Spire, Zalman ,3Rsystem ,Sunbeam ,Xigmatek ,Swiftech dan masih banyak lagi brand di Eropa yang bahkan kita sendiri belum pernah mendengarnya. Seiring dengan berjalan nya waktu dan makin sengitnya persaingan CPU HSF (Heatsink and Fan), banyak sekali Customer dan para end-user lain yang menanyakan bagaimanakah kehandalan dan performa dari brand PC Cooler OC3.
Dalam review kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai kehandalan dan performa dari PC Cooler OC3, review kali ini tidak akan membahas panjang lebar mengenai produk lepas produk namun saya hanya memberikan gambaran kasar mengenai performa dari produk PC Cooler OC3 yang available di pasaran saat ini. Untuk pembahasan detail per produk akan saya jabarkan di review mendatang, berikut adalah spesifikasi dari Testbed yang saya gunakan dalam Test kali ini.
| Processor | : | Intel Core i7 2600K @4.5Ghz, 1.45V |
| Motherboard | : | Asrock P67 Fatal1ty Professional, BIOS: 2.00 |
| Memory | : | Corsair Vengeance Black CMZ4GX3M2A1600C9 (2 X 2GB) @1.55V |
| Graphic Card | : | Asus EN210 Silent, Geforce GT210 512MB DDR2, Driver: 280.26 |
| HDD | : | WDC Caviar Black SATA3 1TB (7200RPM, 64MB Buffer) |
| PSU | : | PC Cooler OC3 X5 450W |
| Thermal Paste | : | PC Cooler OC3 A2 |
| Main Software | : | Windows 7 Professional x64, CPUID Hardware Monitor, LinX |

Metode pengujian yang saya lakukan adalah sebagai berikut, semua test dilakukan pada open testbed dimana saya tidak menggunakan PC Case, suhu ruangan berada pada kisaran 25.5C – 26.5C. Untuk tiap pengujian HSF selalu dibersihkan dan Thermal Paste yang digunakan adalah baru, jadi setiap berganti tipe HSF selalu menggunakan pasta yang baru. Feature processor seperti Intel Speed Step dan Turbo Boost diset pada kondisi Disabled, Vcore Load Line Calibration diset pada Level 3 dan Vcore di angka 1.45V. Vengeance di set pada Intel XMP Profile dan Vmem adalah 1.55V. Software yang digunakan untuk memanggang 2600K adalah LinX dimana setting yang saya gunakan adalah Program Size: 10000, Run: 25. Rata – rata waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 Cycle adalah 8 Menit, test di running sebanyak 2 Cycle untuk memastikan hasil yang valid. Suhu yang diambil untuk penilaian adalah suhu tertinggi dari ke – 4 core. Next page please….
CoolerMaster 90CFM Fan Green LED
iPhone / iPod Charger White
EK-CoolStream RAD XTC 420 (Triple)
Converter DVI 24+1 M to HDMI F
KVM Cable M-M 1.5mtr
Mantab banget performa HS nya PCCooler dan, bagi beberapa orang PCCooler kurang populer karena dulu PCCooler lebih banyak main OEM/ODM daripada retail, denger-denger HSF mahal Alpenföhn dan Phanteks juga dibuatin PCCooler.