Table of Contents
(Show/Hide)
Notebook Cooling, kebutuhan atau hanya sekedar aksesoris… Apakah anda termasuk satu diantara sekian banyak orang yang beranggapan demikian? Mari kita cari tahu fakta dibalik Notebook Cooling ^^

Introduction
Banyak diantara kita yang memakai Notebook dalam kehidupan sehari – hari kita, termasuk saya. Notebook sudah banyak berperan dalam kehidupan kita entah itu digunakan untuk bekerja atau sekolah, namun ada berapa banyak dari kita yang menyadari bahwa notebook ataupun netbook sekalipun mempunyai tingkat panas yang cukup tinggi. Sedikit banyak semakin tinggi panas yang dihasilkan oleh Notebook akan berpengaruh pada kenyamanan pada saat kita mengoperasikan Notebook tersebut, dimulai dari adanya gejala Thermal Throttling karena CPU mengalami Overheat, kemudian hingga panas yang dihasilkan menembus permukaan Notebook dimana telapak tangan kita akan merasakan sensai “hangat” yang cukup mengganggu, hingga tingkat paling Extreme dimana Notebook akan gagal bekerja akibat kerusakan permanen oleh panas (Hal yang paling sering dialami oleh Gaming Notebook ^^).
Dalam Review kali ini saya akan mencoba memberikan gambaran kepada anda sekalian, apakah Notebook Cooling diperlukan atau tidak dalam Real Life Practical Use, berikut akan saya berikan beberapa gambaran singkat mengenai produk PC Cooler OC3 Notebook Cooling yang akan saya review kali ini. Ooopss.. tak lupa pula beserta profile dari Notebook yang saya gunakan ^^
Kita mulai dari Notebook yang saya gunakan, yaitu Asus U36SD (Intel Core i3 2330M 2.2Ghz, nVidia Geforce GT520M, WDC Scorpio Black 7200RPM 750GB). Ada beberapa alasan mengapa saya menggunakan Asus U36SD ini karena Form Factor yang tipis hanya 19mm, cukup representatif karena ke depannya platform Ultrabook akan segera mendominasi dan digunakannya Standard CPU Voltage bukan Low Voltage seperti pada Ultrabook pada umumnya. Adanya Dedicated Graphic Card dari nVidia GT520M juga sudah cukup representatif untuk daily use dan entry gaming, penggunaan Slim Heatpipe pada CPU dan GPU, dan diakhiri dengan penggunaan HDD 7200RPM yang akan menghasilkan panas diatas HDD 5400RPM pada umumnya. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa panas yang ada pada Notebook berukuran 19mm ini akan cukup tinggi, disini saya akan berusaha menaklukan panas yang dihasilkan dengan menggunakan notebook cooling yang ada. Note: Thermal Paste pada Asus U36SD ini telah diganti seluruhnya dengan menggunakan PC Cooler OC3 A2, dimana perbedaan suhu sebelum dan sesudah mengganti Thermal Paste mencapai average 5C (baik Idle maupun Full Load).
Berikut akan saya berikan beberapa foto yang menggambarkan dimanakah titik panas pada notebook Asus ini
Dan dapat saya pastikan bahwa Cool Palm Rest Technology dari Asus ini boleh dikatakan berhasil, setidaknya pada ruangan ber – AC. Pada kondisi non – AC, mungkin akan dinamakan teknologi Warm Palm Rest Technology… (^^). Sekalipun dalam Case setipis ini, i3 2330M belum pernah sekalipun mengalami Thermal Throttling so Asus Engineer did a good job to create a Super Slim Cooler and like the old folks said.. “it just works” . Mari kita lihat profile Notebook Cooler yang akan di Review…
PCCooler S90D Dual Fan CPU Cooler (Intel/AMD)
O-Ring For Fitting G1/4 Black (5pcs/Pack)
Power Cable 2 Slot Standard (Printer)
V-GeN Micro SD 4GB
PCCooler E90 CPU Cooler (LGA775/ 1155 /AMD)